Sabtu, 26 Februari 2011

sahabat jadi cinta dan berakhir permusuhan

Saat keluarga besarku mengadakan arisan keluarga yang rencananya akan diadakan dipuncak, aku , shinta , dan revine sangat setuju sekali hitung-hitung ya untuk mengisi waktu liburan. Tepatnya hari sabtu kita semua berangkat kesana. Kita bertiga sangat senang sekali! Sesampainya disana kita menyewa tiga kamar hotel. Nama hotel itu adalah CIK MUNGIL. Kita semua makan-makan setelah itu aku , shinta , dan revine bermain kelapangan disana kita melihat tiga cowok sedang asik bermain gitar. Kita bertanya kesalah satu cewek yang ada disamping kita itu. Ternyata di hotel itu ramai karena sedang ada acara 40 hari meninggalnya yang punya hotel dan banyak anak kecil ada disana ternyata mereka adalah anak-anak panti asuhan milik yang meninggal itu.
Kita bertiga merasa tidak suka melihat 3 cowok itu dan kita hanya berpikir mereka itu adalah salah satu anak panti asuhan juga.
Malam hari tiba kita bermain bulu tangkis dilapangan tetapi sama sekali tidak memperdulikan cowok itu. Tidak lama kemudian cowok -cowok itu mengajak kita bermain bersama dan kita menerima ajakannya itu. Kita bermain dengan senang tanpa mengetahui namanya masing-masing setelah lelah bermain barulah memperkenalkan diri dan ternyata tiga cowok itu adalah pemilik hotel ini kita telah salah menduga. Cowok itu bernama Aldhis , Gifari dan Dikas. Keesokan harinya sebelum kita kembali ke Jakarta kita bertukar nomor dengan yang namanya gifari. Kita bertiga memang merasa sangat senang bisa mendapatkan nomornya. Sampai di Jakarta yang namanya Aldhis mengirim pesan kepadaku dan aku sangat kaget dia bisa mendapatkan nomorku ternyata diberitahu oleh Gifari. Berhari-hari aku smsan sama Aldhis kita sangat merasa dekat selalu curhat dan segala macemnya malah kita berjanji untuk bersahabat. hampir tiap minggu aku dan keluargaku jalan-jalan kepuncak dan menginap dihotelnya. Disitu aku selalu bertemu dengannya dan selalu cerita-cerita bareng. Kita berdua juga tidak pernah memperdulikan kalau saudaranya dia dan saudaraku ngeledekin aku dan meminta aku dan dia untuk pacaran. Tidak lama kemudian dia mengungkapkan perasaannya denganku aku sangat kaget karena aku sama sekali tidak menyangka dia akan bilang seperti itu. Tadinya aku hanya sekedar untuk iseng-iseng menerima dia tapi lama kelamaan perasaan itu berubah menjadi perasaan saling suka. Kita berdua menjalin hubungan hampir dua bulan awalnya memang baik-baik saja tetapi lama-kelamaan perasaan itu juga berubah mungkin karena kita berdua masih labil tidak bisa menerima pacaran jarak jauh akhirnya kita berdua memutuskan untuk tidak bersama lagi. Hari-hari kita jalani masing-masing walaupun kita masih sangat dekat dan kedekatan itu sekarang hanya sebagai sahabat. Sebulan berlalu kita berdua memutuskan untuk bersama lagi dan hampir dua bulan kita berpacaran lagi seperti yang aku duga ternyata aku harus putus lagi dengannya hanya karena long distance. Tapi disitulah hubunganku dengannya mulai hancur yang tadinya mungkin setelah putus bisa tetap menjadi sahabat ternyata sekarang tidak seperti itu. Karena ada konflik diantara kita berdua yang membuat akhirnya kita menjadi musuh. Sebenarnya aku tidak menginginkan ini, ini karena pacar barunya yang melarangnya untuk denganku. Ternyata tidak selamanya memiliki hubungan seperti pacaran itu dapat memiliki hasil yang baik seperti sebelumnya. Dan aku salah menduga tentang itu, kalau waktu bisa diulang kembali aku tidak menginginkan permusuhan itu terjadi. Aku lebih baik tetap bersahabatan dengannya tanpa aku harus pernah memiliki hubungan dengannya. Sahabat akan selalu ada tetapi untuk pacaran itu tidak. Tidak semua yang kita inginkan itu berjalan dengan mulus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar