Aku mempunyai tiga pacar sekaligus tapi satu persatu putus karena aku terlalu cuek dan tidak peduli dengan mereka. Memang awalnya aku berpacaran hanya untuk main-main saja. Sampai akhirnya aku memiliki satu pacar beberapa lama kemudian mantan aku itu putus dengan pacarnya tanpa pikir panjang aku mencoba untuk deketin dia lagi. Tepat tanggal 16 mei 2010 aku balikan lagi dengannya awalnya juga aku hanya ingin main-main saja. Dalam waktu yang lumayan lama pacar aku itu menyamar sebagai orang lain sama sekali tidak terlintas di pikiran aku kalau pacarku itu yang menyamar dan akhirnya aku mengadu kepada pacar aku yang kedua itu. Ternyata dia itu adalah pacar pertama aku dan aku ketauan menduakan dia. Mereka berdua cukup berdebat besar tanpa aku peduli dengan mereka sampai akhirnya mereka menanyakan kepadaku.
"kamu pilih siapa? aku atau dia?" derry bertanya.
"aku gak tau aku bingung!" jawab aku.
Dan pacar keduaku juga bertanya hal yang sama seperti itu mereka berdua mengatakan kepadaku kalau aku harus memilih salah satu dari mereka apapun keputusan aku akan mereka terima. Tapi aku bingung harus pilih siapa karena aku ingin dua-duanya. Beberapa hari aku pending dan akhirnya aku mengambil keputusan kalau aku memilih pacar yang kedua itu. Dalam hati aku juga merasa kecewa dan bersalah karena menduakan pacar pertama aku itu. Dia benar-benar sayang sama aku walaupun aku sudah putus dengannya aku selalu menjalin hubungan yang baik.
Pacarku sekarang hanya ada satu dia itu adalah Daus. Sampai saat itupun aku tidak merasakan perasaan apapun seperti yang orang lain katakan yaitu rasa sayang dan cinta. Dua bulan tiga bulan berlalu semakin baik hubungan aku dengan dia. Tapi satu masalah keluargaku tidak pernah menyetujui hubungan aku dengan dia. Aku tetap mempertahankan hubunganku dengan dia hampir sekitar enam bulan hubunganku dengan dia mulai sedikit renggang tiap hari hanya berantem karena masalah yang sangat sepele. Sempat beberapa kali aku putus dan akhirnya balikan lagi niat dalam hati untuk menduakan lagi sering muncul dalam pikiranku. Aku selalu berpikir selama ini dia sudah baik denganku apa yang aku minta selalu dia berikan.
Tepat aku jadian yang kedelapan bulan benar-benar hubungan aku semakin renggang. Aku sama sekali tidak peduli dengan dia dan aku sangat cuek dengannya. Pagi hari handphoneku sudah berdering ternyata ada sms dari dia. Inilah isi smsnya :
kamu kenapa sih sekarang berubah banget? kamu cuek sama aku dan dingin banget.
salah aku sama kamu itu apa? kalau emang aku salah aku minta maaf.
jangan kaya gini aku sayang sama kamu!
Dengan cueknya aku hanya membalas smsnya dengan kata "iya maaf kalau aku berubah".
handphoneku kembali berdering lagi dia mengatakan "kamu jutek banget sekarang! aku gak ngerti apa salah aku sampai kamu kaya gini. Aku capek kalau diginiin terus, aku mau kita putus aja".
Aku sama sekali tidak kaget membaca sms itu, saat itu juga aku langsung cerita sama temen dekatku disekolah dengan nada yang biasa saja malah ketawa-ketawa.
"eh lo putus bukannya sedih malah senang gitu!" temanku berkata.
"iyalah ngapain juga gue sedih biasa aja kali haha" jawab aku.
"ada aja ya orang kaya gitu dimana-mana putus sama pacar sedih jadi galau!".
"ha ha ha gak lebay!" aku jawab lagi sambil tertawa.
Sore harinya dia datang kerumahku dan mengajak aku balikan lagi. Dia minta putus itu karena dia emosi pada saat itu, akhirnya ajakannya aku terima. Beberapa hari kemudian tepat foto buku tahunan kelasku yang diadakan dari jam setengah 7 malam. Aku memang cukup senang bisa berkumpul dengan teman-temanku tanpa memperdulikan handphoneku sendiri. Orang rumah nyariin aku terus padahal aku sudah bilang akan ada foto buku tahunan. Eyangku mencoba menelpon pacarku dan marah-marah. Akhirnya pacarku itu menelpon malik dan mencariku. Pacarku menjelaskan bahwa orang rumah nyariin aku. Sudah aku bilang berkali-kali tapi tetap saja tidak mengerti. Aku tidak ingin dia menjemput aku , setelah aku keluar dari tempat aku foto aku lihat didepan sudah ada pacarku yang menjemput mau tidak mau aku pulang dengannya. Aku sama sekali tidak berpikir kalau kakek dan nenekku akan menjemput aku kesana dan temanku yang dimarahi oleh kakekku. Sejak saat itulah aku mulai berpikir lagi untuk putus dengannya , aku juga berjanji dengan diriku sendiri kalau dia mutusin aku lagi aku tidak akan minta balikan lagi.
Tiga hari aku masih berpacaran dengannya tapi dalam tiga hari itu aku juga ribut terus sampai akhirnya dia mengucap kata putus. Aku juga menerima dengan senang hati soal itu, aku akhirnya putus dengan dia. Pagi harinya tepat hari minggu dia datang kerumah atas permintaanku karena aku ingin nomorku itu kembali lagi. Aku sama sekali tidak tega menatap matanya yang berlinang air mata dan mencoba meyakinkan aku kalau aku memang ingin putus juga. Tapi mau gimana lagi memang sudah seperti itu keputusanku aku tidak bisa merubahnya. Aku tahu kalau dia sangat kecewa sekali tapi aku juga tidak bisa balikan lagi karena ada beberapa hal yang mengharuskan aku putus dengannya. Sampai sekarang ini aku tetap menjalin hubungan yang baik dengannya walaupun beberapa kali dia mengajak aku untuk balikan, aku tetap tidak bisa aku hanya bilang aku tidak ingin pacaran untuk saat ini. Dia juga menerima keputusan aku itu walaupun dia mungkin masih mengharapkan kalau kita bisa balikan lagi.
Jumat, 04 Maret 2011
keputusan yang terbaik
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar